Memahami Karakter Anak Yang Sulit Belajar

Saungmaman - Memahami Karakter Anak Yang Sulit Belajar

Setiap anak memiliki karakter berbeda, ada yang keras ada yang lunak ada yang cepat tanggap dan ada juga yang lambat. Begitupun dalam hal belajar, tidak bisa disamakan. Menghadapi perbedaan karakter anak dalam maslah belajar tidak bisa dianggap mudah. Sebagai orang tua, kita dituntut memiliki kesabaran yang cukup untuk mampu membimbing mereka agar bisa menjadi seperti yang kita harapkan.

Dari ketiga anak saya yang saya temani saat belajar, tidak satupun dari mereka memilki kesamaan karakter dalam hal menerima pelajaran. Si sulung Maghfi Al Ghiffari yang kini duduk di bangku kuliah semester 1 Universitas Indraprasta Jakarta lebih cenderung cuek dan terbilang mandiri. Sejak kecil dia suka belajar sendiri tanpa disuruh-suruh. Karakternya boleh dibilang keras, namun masih cukup mudah diberi pengarahan.

Tingkat kecerdasannya lumayan bagus, walaupun tidak bisa dibilang hebat, namun dalam hal belajar ia lebih banyak melakukannya seorang diri. Tidak sulit untuk mengajarinya, saat belajar jarang sekali meminta bantuan, hanya sesekali saja bertanya kepada saya saat menemukan soal-soal yang memang tidak bisa dipecahkannya seorang diri.

Kini ia sedang fokus mendalami ilmu Teknik Multimedia yang menjadi kegemarannya. Di luar itu ia juga masih menyempatkan diri bekerja sambilan untuk mengisi kekosongan waktu kuliah, dengan bekerja sebagai pengantar pizza pada malam hari.

Sementara anak saya nomor 2 Manda Aulia Azzahra yang sekarang duduk di bangku kelas 6 SD, termasuk anak yang cukup cerdas dan selalu menjadi ranking 2 di kelasnya. Namun dalam hal belajar di rumah, cenderung manja dan harus diberi stimulus terlebih dahulu saat mau memulai belajar, kalau tidak maka dia tidak bisa memulainya.

Manda
Manda Aulia Azzahra
Satu hal lagi yang menurut saya menjadi 'kelemahan' Manda, ia terbilang mudah putus asa saat menemukan soal-soal yang sulit, bahkan sampai menangis bila belum bisa menemukan jalan pemecahan atas soal-soal pekerjaan rumah (PR) yang diberikan guru kepadanya. Maka sebagai orang tua, tugas sayalah untuk memberinya bantuan serta bimbingan, walaupun kadang-kadang saya sendiri suka bingung dengan soal-soal yang ada sekarang, yang jelas-jelas berbeda dengan zaman saya sekolah dulu, hehehe...
Baca juga: Mau Tahu Berapa Kapasitas Memori Otak Manusia?
Lain lagi dengan anak saya yang paling kecil Maura Amalia, yang baru duduk di kelas 3 SD. Dalam belajar di rumah cenderung lambat daya tangkapnya terhadap mata pelajaran. Butuh kesabaran ekstra untuk mengajarinya, sampai ia benar-benar mampu memahami apa yang diajarkan.

Maura
Maura Amalia
Mengajari anak belajar memang bukan pekerjaan mudah, terlebih dengan memilki 3 anak dengan karakter yang berbeda-beda. Sebagi orang tua sudah seharusnya kita memahami karakter setiap anak, sehingga bisa memberikan solusi atau jalan pemecahan terbaik untuk masing-masing anak.


Setiap anak adalah unik, maka jadikanlah keunikan tersebut untuk menjadikan kita lebih pintar, lebih bijak. Belajar mengerti watak dan kebiasaan anak, sehingga dalam menghadapinya menemukan cara yang paling jitu untuk setiap anak berdasarkan karakter masing-masing.

Hadapi kesulitan belajar anak dengan ketenangan, bukan dengan emosi. Emosi tidak bisa menyelesaikan masalah, tapi justru si anak akan merasa minder dan hilang rasa percaya dirinya. Memarahi anak yang sulit diajari, juga bukan solusi. Kita yang harus lebih mengerti, bahwa kemampuan serta daya nalar setiap anak terhadap mata pelajaran itu tidak sama. Ada yang cepat dalam memahami, ada juga yang lambat.

Sebagai orang tua, bersikap lebih dewasa jauh lebih baik, daripada memaksa si anak untuk menjadi seperti yang kita mau, lebih baik biarkan mereka menemukan jati dirinya masing-masing. Tugas kita sebagai orang tua hanya mengarahkan, bukan memaksakan kehendak.

Demikianlah artikel Saung Maman mengenai Memahami Karakter Anak Yang Sulit Belajar kali ini, semoga artikel ini bermanfaat.

Advertisement
Memahami Karakter Anak Yang Sulit Belajar

You Might Also Like: