logo blog

Teknik Membuat Copywriting Sederhana Tapi Bisa Menjual

Teknik Membuat Copywriting Sederhana Tapi Bisa Menjual. Copywriting adalah teknik menghasilkan tulisan yang membuat pembaca memberikan tanggapan atas apa yang kita inginkan – ini bisa juga kita sebut copy. Copy dibuat agar pembaca mulai  melakukan interaksi, mengerti, mengingat, mendaftar lalu melakukan pembelian atau melakukan tindakan lain yang Anda inginkan dari tulisan tersebut.

Membuat copywriting bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Ada ungkapan yang mengatakan bahwa tidak ada kemewahan yang lebih tinggi nilainya daripada kesederhanaan. Lalu bagaimana cara membuat copywriting yang sederhana? Copywriting sendiri adalah kegiatan menulis teks yang digunakan untuk iklan atau memasarkan produk, jasa, tokoh, ide atau pendapat. Hal ini bisa kita lakukan dengan cara yang sederhana namun tetap bisa menjual yang akan di jelaskan secara lengkap dibawah ini.

Untuk menjadi copywriter tidaklah mudah. Copywriter harus memiliki keahlian khusus dalam menulis, memilih kata-kata yang baik, lalu merangkainya menjadi kalimat dan mempublikasikannya.

Sebelum mengetahui caranya, kita juga harus memahami terlebih dahulu bagaimana cara membuat copywriting yang punya nilai lebih. Ada banyak copywriter yang menggunakan kata terlalu berlebihan untuk menarik volume penjualan. Tapi, yang menjadi masalah adalah seringkali adanya ketidakjujuran dalam menawarkan suatu produk. Seorang copywriter yang baik adalah mereka yang bisa berlaku jujur. Tidak melakukan kebohongan, atau memanipulasi keadaan produk dan jasa yang ditawarkan dari yang sebenarnya.

Berikut ini mari kita simak  6 Cara Membuat Copywriting yang Sederhana Tapi Bisa Menjual:

1. Memiliki satu tujuan
Copy sederhana biasanya memiliki tujuan yang jelas dan terarah. Berbeda dengan copy kompleks yang memiliki banyak tujuan.  Tujuan yang terarah pada copy sederhana lebih mudah dilakukan karena tidak terlalu dipusingkan dengan banyak hal yang saling terkait satu sama lain dan kesemuanya harus saling berhubungan. Dalam melakukan copy sederhana, penulis hanya berfokus pada satu tujuan saja, misalnya meningkatkan omset penjualan produk tertentu dalam satu bulan, atau menghabiskan suatu produk yang sudah lama tidak laku dsb.

                              Copywriting
                                      
2. Merancang Strategi 
Hal pertama yang harus dilakukan, pikirkan produk  apa yang Anda jual. Apakah itu produk yang bisa menarik banyak konsumen, produk yang bisa bersaing dengan kompetitor lain? Kedua, bagaimana cara yang bisa dilakukan agar produk tersebut bisa laku terjual? Apakah dengan menambahkan ilustrasi gambar, menambah iklan atau memberikan diskon harga? Namun yang paling penting dari semua itu adalah perhatikan faktor-faktor yang harus dikembangkan dengan strategi, misalnya prospek apakah bisa laku di pasaran, kualitas seperti apa yang diinginkan konsumen, pasar, dan bagaimana cara penyampaiannya.

3. Memilih judul yang menarik  
Judul yang menarik dan mengundang sensasi akan membuat pembaca untuk meneruskan membaca sampai selesai. Survey menyebutkan, ada 8 dari 10 orang pembaca artikel yang hanya membaca judulnya saja, dan cuma 2 orang yang langsung membaca isinya. Oleh karenanya, kita harus membuat judul semenarik mungkin dan membuat pembaca ingin terus membaca produk yang kita tawarkan.
Ada 3 trik jitu untuk membuat judul yang bisa menarik pembaca untuk terus membaca tulisan kita:

a. Menawarkan manfaat ganda  
Buatlah pembaca merasa ingin membeli manfaat, bukan produk. Salah satu contoh misalnya, “Ingin berat badan Anda cepat turun 3 kg dalam 7 hari, tanpa melakukan diet ketat?” 

b. Mengingatkan akan konsekuensi. Misalnya ketika menjual produk obat gosok, gunakanlah judul yang mengingatkan konsumen akan konsekuensi, seperti, “Yakin obat gosok anda tidak merusak jaringan kulit?”

c. Menciptakan urgensi  
Jangan biarkan pembaca melakukan penundaan belanja. Caranya lakukan penawaran diskon berbatas waktu atau berbatas kuota. Misalnya, “Dapatkan segera jaket kulit branded diskon 50% untuk 10 orang pertama, siapa cepat dia dapat” 

4. Buatlah percakapan  
Berinteraksi dengan pembeli dan buatlah mereka merasa nyaman. Buat kolom tanya jawab dan berikan pelayanan terbaik. Kegagalan menjual produk biasanya terjadi karena minimnya komunikasi antara penjual dan pembeli. Mereka yang mahir dalam berkomunikasi akan mampu menarik pembeli lebih banyak daripada mereka yang skeptis dan tidak peduli dengan calon pembelinya.

Ketika membuat percakapan dengan pembeli, buatlah percakapan yang ringan, biarkanlah percakapannya tanpa paksaan, berirama, informal, alami dan jelas. Hindari percakapan yang berat-berat, kompleks, dan percakapan yang terlalu intelek. Jika Anda masih kurang ahli dalam hal membuat percakapan dalam hal copywriting, cobalah berlatih terlebih dahulu di kehidupan bermasyarakat secara nyata. Berlatihlah melakukan percakapan yang bisa membuat pembeli tertarik dengan produk yang kita tawarkan. Karena dalam hukumnya, pembeli yang suka dengan produk kita akan menyampaikannya pada orang lain atau menyebar dari mulut ke mulut.

5. Pesan dan gaya penyampaian
Membuat copywriting yang baik harus memiliki kriteria sebagai berikut:
Rasional: Berdasarkan logika, produk tersebut harus jelas kegunaannya untuk apa, cara kerjanya bagaimana, atau waktu penggunaannya bisa kapan.

Emosional: Buatlah produk Anda memiliki kekuatan emosi, seperti rasa nyaman, percaya diri, rasa bangga, merasa mewah, sedikit humoris, rasa dihargai, dan rasa bahagia yang bisa membuat mereka tersenyum. Salah satu contohnya misalnya, “Wajah indah berseri dalam 7 hari, membuat si dia makin jatuh hati.”

Kombinasi: Yaitu kombinasi antara rasional dan emosional.

Moral: Berdasarkan hal-hal yang bisa mengubah cara pandang atau kebiasaan seseorang atau rakyat banyak. Misalnya, “Penggunaan zat kimia X bisa menyebabkan penyakit berbahaya, maka beralihlah ke produk alami berbahan  herbal.”

Gaya dan jenis bahasa yang biasa digunakan dalam copywriting:  Eksploratif dan informatif: Mengulas atau menggali informasi secara lebih tajam. 
Naratif : Memperkenalkan produk Anda dengan sebentuk cerita. Hal ini akan menimbulkan rasa keingintahuan yang besar bagi calon pembeli bila dilakukan dengan benar dan semenarik mungkin.

Argumentatif: Kalimat-kalimat pendapat yang isinya mampu mempengaruhi pembaca.  Yakinkan pembaca dengan argumen yang kuat akan kualitas produk anda, maka pembelian akan segera terjadi.

Retoris: Mengungkapkan secara jelas tentang kebenaran dari  suatu produk. Sekali lagi jangan melakukan kebohongan atau berlaku tidak jujur, karena bila hal itu dilakukan maka akan menghilangkan kepercayaan calon konsumen yang tentu saja sangat merugikan kita.

6. Menerapkan prinsip AIDCA  
Copywriting sederhana akan mudah terjual jika memenuhi kriteria AIDCA sebagai berikut:

Attention: memiliki sifat menggoda dan menarik minat pembaca.  
Interest: mampu menarik perhatian dan rasa ingin tahu pembaca.  
Desire: mampu menimbulkan hasrat untuk membaca.  
Conviction: menguatkan keyakinan pembaca.
Action: mampu membuat pembaca melakukan tindakan yang kita inginkan, misalnya melakukan pembelian.

Demikianlah  Teknik Membuat Copywriting Sederhana Tapi Bisa Menjual ini, semoga bisa kita pelajari dengan baik. Buatlah  copywriting sederhana tanpa membuatnya menjadi rumit. Kita bisa memulainya dengan banyak membaca tentang teknik ini dan kemudian mempraktekannya dalam kegiatan menulis kita sehari-hari.



Enter your email address to get update from SAUNG MAMAN.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Copyright © 2017 - Saung Maman | Privacy Policy | Disclaimer | About | Created by Kompi ajaib - Powered by Blogger