3 Jenis Mimpi Menurut Rasulullah SAW

Saungmaman.com - 3 Jenis Mimpi Menurut Rasulullah SAW

Tadi malam saya mengalami sebuah mimpi buruk yang cukup menyayat perasaan. Bagaimana tidak, dalam mimpi tersebut saya merasakan kesedihan mendalam akibat harus kehilangan orang-orang yang sangat saya cintai.

Karena penasaran, sayapun mencoba mencari beberapa referensi mengenai arti mimpi menurut ajaran Islam.


Nabi Muhammad SAW membagi mimpi yang dialami manusia kedalam 3 kriteria. Yang pertama adalah mimpi buruk atau menakutkan yang datangnya dari syaitan dan membuat orang yang mengalaminya merasa sedih. 

Mimpi yang kedua adalah mimpi yang muncul akibat suasana hati seseorang yang selalu merasa gelisah ketika terjaga hingga terbawa dalam mimpinya.
Baca juga: Mengenal Potensi Diri Yang Ada Pada Manusia
Sedangkan kategori yang ketiga adalah mimpi yang menjadi isyarat kebaikan yang datangnya dari Allah SWT.

Ringkasnya, hadis dari Abu Hurairah RA menyebutkan, "Mimpi itu terbagi menjadi tiga macam; ditakuti setan, bisikan hati, dan kabar gembira dari Allah." (HR Bukhari).

Jika seseorang mengalami mimpi pada kategori yang pertama, maka mimpi ini tak perlu diceritakan apalagi ditafsirkan. Sebuah riwayat mengisahkan seorang lelaki bertanya kepada Nabi SAW tentang mimpinya semalam. "Ya Rasulullah, aku bermimpi kemarin seakan-akan kepalaku di penggal, apa artinya itu?" tanya laki-laki tersebut.

Rasulullah SAW pun tertawa, seraya bersabda, "Apabila setan mempermainkan salah seorang dari kalian di dalam tidurnya, maka janganlah dia menceritakannya kepada orang lain." (HR Muslim).

Begitu juga mimpi pada kategori yang kedua. Mimpi buruk yang selalu teringat bisa jadi pertanda keburukan. Maka hendaklah si pemimpi berusaha menahan diri untuk tidak menceritakannya kepada orang lain.

Adapun mimpi kategori ketiga mengindikasikan adanya kebenaran. Mimpi yang baik dan menggembirakan inilah yang patut diceritakan dan dimintakan penafsirannya kepada orang saleh yang mengerti tentang arti mimpi. 

Imam Malik mengingatkan, tidak semua mimpi layak diceritakan. Hanya mimpi-mimpi yang baik sajalah yang boleh diceritakan kepada orang lain.

Hal ini selaras dengan hadist Rasulullah SAW yang berbunyi:  "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik-baik saja atau diam." (HR Bukhari Muslim).

Demikian juga dalam hal menceritakan mimpi. Hendaklah hanya mimpi yang baik-baik sajalah yang patut di ceritakan kepada orang lain.

Demikian artikel Saung Maman mengenai 3 Jenis Mimpi Menurut Rasulullah SAW kali ini, semoga artikel ini bermanfaat. 
Advertisement
3 Jenis Mimpi Menurut Rasulullah SAW

You Might Also Like: