Apa itu Trauma dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Saungmaman.com - Apa itu Trauma dan Bagaimana Cara Mengatasinya? 

Sebuah bencana atau peristiwa kehilangan seseorang yang sangat dicintai dapat menimbulkan tekanan secara psikologis dan emosional.

Seseorang yang pernah mengalami sebuah peristiwa yang menyakitkan, seperti kehilangan seseorang yang sangat dicintai ataupun tertimpa sebuah bencana dapat menimbulkan tekanan baik secara psikologis maupun emosional.


Timbulnya tekanan yang terlalu berat dan secara tiba-tiba ini dapat membuat seseorang menjadi terganggu baik secara fisik maupun psikis. Biasanya tidak ada jalan lain untuk mengatasi masalah tersebut selain dengan berupaya menghadapinya dengan segenap kemampuan yang ada.

Baca juga: Mengambil Hikmah dari Setiap Kejadian 

Lakukan beberapa hal berikut, untuk mengatasi gejala traumatik pada seseorang:

1. Eye Improvement Desensitization and Reprocessing

Mengatasi tekanan trauma dengan menggunakan cara atau metode ini dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa elemen dari terapi kognitif conductif dengan gerakan mata dan bentuk ritme tubuh lainnya serta stimulasi ke kiri dan ke kanan. Terapi ini dianggap sangat efektif untuk melepaskan memori traumatis supaya dapat dihadapi dan disingkirkan dari diri si penderita.

2. Terapi somatik dengan sensasi pada tubuh

Sebagai fokusnya yaitu saat energi ketakutan dapat dilepaskan dalam bentuk gerakan tubuh seperti gemetaran, tangisan, ataupun pelepasan melalui sentuhan fisik lainnya.

3. Terapi lainnya adalah kognitif behaviora

Membantu pekerjaan dan mengevaluasi pikiran dan perasaan mengenai trauma. Perlu diketahui bahwa terapi tersebut tidak dapat mengobati secara fisik sehingga ada baiknya untuk mengkombinasikan dengan dua jenis terapi sebelumnya.

Baca juga: 10 Cara Membangun Sikap Optimisme 

Bagi Anda pembaca yang kebetulan memiliki teman atau kerabat yang kebetulan mengalami trauma berat tapi tidak mau menjalani terapi, Anda bisa mengambil beberapa langkah berikut yang dilakukan dengan kesabaran dan tanpa paksaan.

1. Jangan pernah mengisolasi diri dan usahakan untuk tetap memiliki interaksi dengan orang lain karena komunikasi akan mempercepat expositions penyembuhan dari trauma.

2. Jangan menolak jika ada bantuan, baik itu dalam bentuk bantuan profesional maupun bantuan orang-orang terdekat.

3. Penderita trauma disarankan untuk tetap berpartisipasi dalam aktivitas sosial meski Anda tidak menginginkannya.

4. Cobalah untuk bergabung dalam kelompok pendukung yang berisikan orang-orang dengan pengalaman sama sehingga Anda tidak merasa sendirian.

5. Beranikanlah menjadi seorang relawan yang siap menggantikan perasaan tidak berdaya yang seringkali menghantui para penderita trauma. Dengan menolong orang lain, yakinlah Anda dapat kembali merasa kuat.

6. Lakukan aktivitas sehari-hari secara teratur.

7. Bagi tugas-tugas sehari-hari yang berat ke dalam tugas-tugas berskala lebih kecil dan dapat dikontrol agar lebih mudah diselesaikan dan memberikan Anda perasaan senang karena berhasil menyelesaikan sesuatu.

8. Temukan aktivitas yang dapat Anda kerjakan dan mengalihkan pikiran Anda dari rasa takut Anda.

9. Jangan menghindari perasaan yang Anda rasakan mengenai trauma Anda dan terimalah apa adanya sebagai bagian dari perasaan berduka Anda.

Selain beberapa tahapan penyembuhan, Anda perlu juga membutuhkan waktu tidur yang cukup, yaitu antara 7 - 9 jam perhari, serta hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang. Anda bisa juga melakukan olahraga secara teratur untuk membuat hati Anda merasa jauh lebih bahagia.
Advertisement
Apa itu Trauma dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

You Might Also Like:

Buka Komentar