Mengejar Sebuah Bayang

Saungmaman.com - Mengejar Sebuah Bayang

Hai Sahabat Saung Maman yang Syarantik dan guaranteng, apa kabarnya hari ini? Semoga semuanya selalu dalam keadaan sehat walafiat tak kurang suatu apapun, ya... Kalaupun masih ada yang merasa kekurangan, jangan sampai patah semangat apalagi merasa putus asa, ihh.. gak banget deh yaa…

Berhubung kali ini admin sedang galau dan tidak ada ide 💡 buat nulis, maka daripada bengong dan mengurung diri di kamar, mendingan mencoba membuat sebuah puisi ahh.. Siapa tahu ada satu atau dua orang teman yang berkenan membacanya.

Puisi kali ini saya beri judul "Mengejar Sebuah Bayang". Hayo kira-kira kebayang nggak tuh tujuannya ke arah mana? Seperti apa ya, rasanya lari-lari mengejar sebuah bayang? Hihihi...

Nah daripada frend penasaran, mendingan yuk mari kita simak baik-baik puisi buah karya saya ini, semoga bisa bermanfaat buat siapa saja yang berkenan meluangkan waktu untuk membacanya.
Baca juga: Terimakasih Sahabat, Telah Membuatku Makin Dewasa
Tapi sebelum mulai, ijinkan saya jelaskan terlebih dahulu bahwa ini adalah sebuah puisi tentang romantika hidup, yang saya tujukan buat seseorang yang pernah mengisi relung hati, menyisakan ruang rindu di masa lalu hingga ke masa kini.


Bila ada kata-kata yang kurang berkenan, mohon dimaafkan ya,  karena saya bukanlah pujangga yang pandai merangkai kata, ataupun penyair yang pandai memporak-porandakan suasana hati dan perasaan.. Huhuu..

Wow... Ada yang gak sabar pengen buru buru baca puisinya nih.. 😂kelamaan ya? … Puisinya kapan mulai om? Wkwk... Sabaar dong mas, broo en sist.. Tarik napas dulu, biar plong dan gak sutress, xixixi...

Nah, sekarang semuanya sudah siap, silahkan simak baik-baik ya. Pesan saya, bila ingin menangis, menangislah.. 😭😭 Jangan ditahan  nanti jadi bisul, hihi… gak nyambung ya... Sudah ahh, becanda mulu, mari kita mulai:

Mengejar Sebuah Bayang

Engkau hadir di sebuah waktu
Waktu yang tak pernah terencana..
Engkau menyapa di awal pertemuan
Pertemuan yang tak sengaja terulang.. 

Kisi kisi hati terbawa masa
Menoreh kenangan yang pernah ada.. 
Bukan kehendak kita menata
Hanya untaian yang harus tercipta..

Waktu menyimpan berjuta asa
Masa menyisakan limpahan rasa.. 
Namun sayang sungguh sayang waktu jua yang bicara
Hingga semua berakhir duka.. 

Aku seperti berlari
Mengejar sebuah bayang..
Semakin kencang aku berlari
Semakin menjauh engkau dariku..

Menyesalpun tiada guna
Merajukpun tak lagi bermakna.. 
Kita berawal dari cinta
Biarlah cinta yang mengakhiri…

Nah, teman-teman demikianlah puisinya, cukup menyayat hati bukan? Tapi ingat ya, jangan dimasukin ke dalam hati, cukup dimengerti lalu diresapi.

Puisi ini sengaja saya buat khusus buat seorang sahabat lama, yang pernah hadir di masa lalu, muncul di masa kini, mewarnai hari-hari, kemudian memutuskan untuk pergi begitu saja, karena menurutnya aku bukanlah orang yang berhak untuk dirindukan… wew…

Terimakasih sahabat terbaikku, terimakasih sudah menjadi bagian dari masa laluku dan mewarnai hari-hariku. Bagiku engkau tetap yang terbaik, sekalipun di matamu aku bukanlah siapa-siapamu...


Advertisement
Mengejar Sebuah Bayang

You Might Also Like: