Solusi Cerdas Mengatasi Gangguan Penyakit Kulit

Saung Maman - Solusi Cerdas Mengatasi Gangguan Penyakit Kulit

Sahabat Saung Maman yang baik,  tentu ada beberapa diantara kalian yang sedang atau pernah mengalami gangguan penyakit kulit yang cukup menjengkelkan. Jenis penyakit kulit yang umumnya sering terjadi diantaranya:

1. Mata ikan
2. Kutil
3. Kapalan

Ketiga jenis penyakit ini kerap terjadi dan bisa dialami oleh siapa saja. Berbagai macam cara pengobatan yang dilakukan seringkali tak mampu menghilangkan ketiga jenis penyakit tersebut hingga membuat kita hampir putus asa.

Penyakit MATA IKAN adalah suatu jenis penyakit berupa penebalan kulit akibat tekanan dan gesekan yang berulang kali terjadi, memiliki bagian kulit tengah yang lebih keras dan biasanya meradang.


KUTIL adalah kelainan kulit berupa benjolan pada kulit bertekstur kasar yang muncul dipermukaan kulit. Bidang penyebabnya adalah virus HPV.

KAPALAN adalah terjadinya penebalan kulit dengan permukaan yang lebih kasar.

Adapun beberapa tanda dari gejala kulit yang terkena penyakit mata ikan, kutil dan kapalan bisa dijabarkan sebagai berikut:

Mata ikan
Ciri-ciri kulit terkena penyakit mata ikan yaitu berukuran kecil, tebal, kering, dan memiliki pusat keras yang dikelilingi oleh kulit yang terkena peradangan.  Mata ikan cenderung tumbuh di bagian kaki yang tdak menahan beban. Misalnya bagian atas telapak
kaki atau jari-jari kaki. Namun, mata ikan juga bisat umbuh di area telapak kaki pada sekitar lengkung kaki dan tumit. Jika mengalami tekanan, maka mata ikan yang tumbuh di telapak kaki akan terasa nyeri.

Kutil
Kutil terdiri dari macam-macam jenis dibedakan menurut lokasi dan bentuknya. Ada yang menyerupai daging tumbuh, memiliki bentuk seperti tahi lalat, atau bahkan ada yang bentuknya rata dengan kulit di sekitarnya.

Kapalan
Kapalan berukuran sedikit lebih besar dari mata ikan namun umumnya tidak terasa nyeri. Kapalan biasanya tumbuh di bagian kaki yang menahan beban, yaitu di telapak kaki. Namun ada kalanya terjadi di tangan atau lutut yang sering mengalami tekanan. Kulit yang mengalami kapalan biasanya terasa lebih tebal, kasar, dan kurang sensitif.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan mata ikan, kutil, dan  kapalan. Salah satunya adalah dengan menggunakan obat oles yang mengandung zat aktif keratolitk (penipis kulit), seperti asam salisilat.

Callusol adalah jenis obat yang memiliki keistimewaan sebagai Produk 3 in 1 Solutions yang dapat dipergunakan untuk mengatasi berbagai kelainan pada kulit, seperti kapalan, kulit yang mengeras, kutil dan penyakit mata ikan. Obat luar jenis cair ini memiliki kandungan asam salisilat, asam laktat, dan polidocanol yang merupakan bahan aktifnya.

 Callusol 3 in 1 Solutions

Callusol bekerja melalui mekanisme keratolitik yang secara bertahap dapat melunakkan dan mampu  melepaskan penebalan kulit. Informasi terkait obat callusol baca terus lebih rinci di artikel kali ini.

Mengenal lebih dekat apa itu obat Callusol? 
Obat ini bisa diperoleh di apotik dalam bentuk cairan yang dikemas dalam botol berisi 10 ml. Adapun komposisinya adalah:

Asam salisilat 0,2 gr
Asam laktat 0,05 gr
Polidocanol 0,02 gr.

Gambar kemasan Callusol 10 ml

Apa itu asam salisilat?
Ini adalah sejenis obat yang berfungsi sebagai agen keratolitik. Obat Ini terbilang masih dalam kelas yang sama dengan aspirin (salisilat) yang bekerja dengan cara melarutkan zat keratin yang jadi penyebab terjadinya pengerasan pada kulit. Dengan terlarutnya zat keratin, sel – sel kulit akan menjadi lebih mudah terpisah dan akhirnya secara bertahap akan mengalami penipisan.

Apa itu asam laktat?
Asam laktat adalah sejenis zat yang berfungsi sebagai emolien / pelembab. Ia bekerja dengan cara membentuk lapisan berminyak pada permukaan kulit bagian atas yang akan memerangkap air pada kulit. Dengan terperangkapnya air pada kulit maka kulit yang tadinya kering akan berubah  menjadi lebih lembut dan lembab.

Apa itu Polidocanol?
Polidocanol merupakan obat yang berfungsi sebagai anestesi lokal dan anti pruritus. adanya kandungan zat ini dalam callusol menyebabkan obat ini dapat menghilangkan berbagai rasa gatal yang ditimbulkan oleh kulit yang mengering dan mengeras.

Kontraindikasi
Callusol tidak dianjurkan untuk mengatasi penyakit kulit pada beberapa kondisi seperti berikut:

1. Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap bahan-bahan aktif yang disebutkan di atas atau komponen-komponen lain dalam obat.

2. Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap obat lain yang mempunyai struktur kimia menyerupai kandungan di atas, seperti Aspirin misalnya.

3. Penyakit kutil yang berada pada daerah sekitar wajah.

4. Penyakit kutil si seputar daerah kelamin.

Dosis dan Cara Pemakaian
Obat luar ini akan sangat efektif  daya kerjanya asalkan digunakan dengan cara yang dianjurkan sesuai instruksi. Dan berikut ini silahkan simak prosedur pemakaian Callusol yang benar:

* Bersihkan area pada bagian kulit atau kutil yang hendak diobati.
* Siapkan kapas atau kain kasa kira-kira sesuai dengan luas permukaan kulit yang hendak diobati.
* Tuangkan sedikit larutan Callusol dengan hati-hati pada segumpal kapas atau kasa tadi.
* Setelah itu tempelkan kapas yang telah diberi larutan callusol tadi pada permukaan kulit.
* Tutuplah bagian yang telah diolesi obat tersebut menggunakan kain kassa atau plester.
Ulangi pemberian atau ganti kapas setiap kali habis mandi dan kemudian lihatlah hasilnya dalam beberapa hari. Maka kutil, kapalan, atau mata ikan akan berangsur mengelupas atau bahkan hancur tanpa ampun.
Baca juga: 6 Jenis Penyakit Yang Harus Diwaspadai Saat Musim Hujan
Perlu diingat bahwa pengobatan ini hanya untuk permukaan kulit luar saja. Jangan sampai mengenai kulit yang normal, karena efek callusol pada kulit normal dapat menimbulkan rasa terbakar dan panas.

Efek samping
Callusol pernah dilaporkan menimbulkan beberapa gejala,  namun tidak berarti semua orang yang menggunakan obat ini akan mengalami efek samping yang serupa, tergantung reaksi setiap individu terhadap obat. Beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan antara lain:

Efek samping yang umum terjadi biasanya iritasi pada kulit sehat yang berupa kemerahan, rasa terbakar dan mengelupas. Efek yang jarang terjadi yaitu terbentuknya ulkus di lokasi pengobatan. Ulkus tersebut dapat disertai dengan adanya infeksi seperti nanah. Reaksi alergi berupa ruam berwarna kemerahan, gatal – gatal, bengkak, pusing yang berat, bahkan kesulitan untuk bernapas.

Informasi Keamanan
Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan beberapa hal penting berikut ini:

- Obat ini hanya boleh digunakan untuk pemakaian luar yaitu pada kulit yang sakit.
- Hanya boleh digunakan secukupnya pada daerah tertentu, hindari kontak langsung obat dengan kulit yang tidak sakit.
- Cairan obat jangan mengenai mata atau selaput lendir, apabila terkena segera cuci dengan air sebanyak-banyaknya .
- Callusol tidak dibolehkan untuk menipiskan tahi lalat dan tanda lahir.
- Sebaiknya hindari pemakaian obat ini pada bayi dan anak – anak, karena kulit mereka terlalu sensitif.
- Callusol sangat tidak dianjurkan untuk penderita dengan gangguan ginjal.
- Segera hentikan penggunaan obat bila terjadi iritasi dan reaksi alergi berlebihan pada kulit.
Advertisement
Solusi Cerdas Mengatasi Gangguan Penyakit Kulit

You Might Also Like:

Buka Komentar