Mengenal Kartini Pejuang Emansipasi Wanita

By SaungMaman

Kartini adalah sosok pejuang emansipasi wanita Indonesia yang sangat berjasa dalam mengangkat harkat dan martabat wanita Indonesia. Kecintaannya terhadap kaum wanita dituangkan dalam berbagai tindakan nyata melalui kepiawaiannya di bidang sastra. Meski tidak melahirkan karya fiksi, namun melalui artikel-artikel dan surat-suratnya, Kartini telah menunjukkan kepada dunia bahwa beliau adalah seorang sastrawan yang patut diacungi jempol.

RA Kartini

Ayah dan kakeknya menjuluki Kartini sebagai Trinil. Artinya burung kecil yang gesit dan cerewet. Karena sering berjalan cepat, berlari dan tertawa terbahak-bahak-tidak mengikuti norma "perempuan terhormat" pada masanya-Kartini kerap dijuluki "kuda kore" yang artinya kuda liar.

Kartini dan saudari-saudarinya suka membatik dan menggunakannya sendiri.

Baca juga: 10 Kata-kata Bijak Yang Bisa Meningkatkan Semangat Hidup

Ibu Negara AS Eleanor Roosevelt memberikan pengantar pada buku surat Kartini edisi bahasa Inggris, Letters of Javanese Princess terbitan tahun 1964.

Kartini sangat menentang tindakan poligami, namun demi rasa hormat dan kecintaannya kepada ayahanda ia menerima pinangan Bupati Rembang Raden Adipati Djojoadiningrat dan menjadi istri keempat.

Kartini meninggal pada tanggal 17 September 1904 di usia 25 tahun, empat hari setelah melahirkan putranya RM Soesalit.

Salah satu hal yang sangat membanggakan nama Kartini diabadikan sebagai nama jalan di Belanda, yaitu di kota Amsterdam, Utrecht, Haarlem dan Verlo.

Sumber:
klasika.kompas.id



Advertisement
Mengenal Kartini Pejuang Emansipasi Wanita

You Might Also Like: