Dilema Blogger yang Beralih Ke Youtube

By SaungMaman

Belakangan ini Admin SaungMaman sedang semangat-semangatnya mengelola kembali channel youtube yang juga bernama SaungMaman. Channel yang dibuat sekitar 11 tahun lalu ini telah lama 'diabaikan' karena berbagai kendala. Cerita lengkap tentang channel yang terabaikan ini bisa sobat baca di artikel ini

Kenapa saya katakan bersemangat? Karena ternyata mengelola akun youtube itu cukup mengasyikkan juga. Terutama bila melihat perkembangan jumlah view, subscriber dan jam tayang yang terus mengalami peningkatan. Saya memang belum memiliki pengetahuan yang cukup dalam menjadikan youtube agar bisa menghasilkan uang seperti halnya blog. 

Mengaktifkan kembali channel youtube lama


Untuk itu sejak pertengahan Agustus lalu saya mencoba mengaktifkan kembali channel youtube lama dan mencari tahu berbagai hal yang berkaitan dengan dunia per youtuban mulai dari awal lagi. Saya pelajari bagaimana cara menambah subscriber, bagaimana meningkatkan jumlah view, apa saja alat atau tool yang dibutuhkan untuk mengedit video, dan lain-lain. 

Saya katakan mulai dari awal, karena terus terang walaupun saya membuat channel SaungMaman ini sudah sangat lama, namun tidak dibarengi dengan pengetahuan yang cukup. Ibaratnya hanya tahu bagian luarnya saja. Yang pada akhirnya, channel tersebut tidak berkembang dan nyaris hilang dari mesin pencarian. 

Channel youtube lama seolah hanya menjadi sarang laba-laba tanpa perawatan. Ini terjadi karena memang saat itu mang admin tidak terlalu serius menjadikan youtube sebagai tempat berkreasi seperti halnya dunia blogging. Dan saat teman-teman mulai mendapatkan penghasilan dari youtube, barulah rasa sesal itu ada. 

Mengedit video menggunakan Kinemaster


Dan setelah kurang lebih satu bulan gencar bermain-main dengan aplikasi edit video, dalam hal ini saya menggunakan Kinemaster free hasil browsing di internet, saya menemukan keasyikan tersendiri. Ternyata utak-atik video dengan Kinemaster itu sangat menyenangkan. 

Dengan sedikit pengetahuan soal editing foto di tempat saya bekerja, maka mulailah babak baru dunia video youtube dengan modal smartphone dengan RAM terbatas. Format video yang bisa saya buat baru sebatas video pendek kurang dari 1 menit. Beruntung youtube sekarang memberikan kesempatan kepada para konten kreator untuk membuat video pendek dengan nama Short. Short sendiri mirip dengan TikTok atau Reel di Instagram. 

Salah satu video short yang cukup mendapatkan banyak viewers adalah video pendek berjudul "Domino's Tebet Barat". Walaupun video ini di buat tanpa konsep yang jelas, namun tanpa di sangka-sangka mendatangkan banyak penonton. Dalam kurun waktu kurang dari satu minggu jumlah viewers nya sudah melebihi angka 500. Angka ini cukup mengejutkan buat saya, karena dari sekian banyak video yang saya unggah ke youtube, baru video inilah yang mendapatkan jumlah penonton dengan angka yang cukup signifikan. 

Bagi yang belum sempat nonton silahkan intip video shortnya berikut ini:




Uniknya lagi, menurut kabar yang tersebar di internet, bahwa youtube membuat sebuah program yang berbasiskan video short, bagi para konten kreator yang aktif membuat video dengan memberikan semacam insentif berupa pendanaan youtube bagi youtuber yang memenuhi persyaratan untuk menerimanya. 

Hal ini tentu merupakan kabar baik, karena youtuber bisa mendapatkan penghasilan dengan video short tanpa harus mendaftar sebagai publisher Google AdSense. Namun tentu saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh youtuber agar diterima sebagai salah satu kreator yang menerima pendanaan youtube. 

6 hal penting dalam mengelola channel youtube


Kembali ke soal mengelola channel youtube lama, banyak hal-hal baru yang saya dapatkan selama kurang lebih satu bulan ini. Beberapa diantaranya adalah:

1. Buatlah konten video dengan tema yang spesifik, dalam hal ini saya mencoba membuat video dengan tema gowes, kuliner dan info seputar tebet. Tema yang kita buat sebisa mungkin kita kuasai agar lebih mudah dalam memenejnya. 

2. Buatlah video thumbnail yang menarik, ini menjadi salahsatu faktor yang menentukan agar video kita banyak yang nonton. 

3. Buat judul dan deskripsi video yang unik dan membuat penonton penasaran. Lebih baik lagi bila sobat menguasai soal SEO dengan menetapkan kata kunci pada deskripsi video agar lebih banyak muncul di mesin pencari. 

4. Rajin berkomentar di channel yang sudah besar. Namun lakukan komentar dengan baik, jangan melakukan komentar yang berkesan mengemis minta like dan subscribe balik. Berkomentarlah dengan bernas sesuai tema video yang sedang di bahas. 

5. Sebelum melakukan subscribe, like dan komentar, tonton terlebih dahulu videonya minimal 3 menit. Hal ini untuk menghindari anggapan bahwa kita melakukan spam. Tindakan spamming tidak dianjurkan dan berpotensi membuat subscriber kita hilang dengan sendirinya. 

6. Rajin membagikan konten video ke berbagai media sosial. Dengan melakukan promosi yang masiv dan tanpa henti, yakinlah bahwa usaha yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Jangan mudah menyerah, lakukan terus menerus dan bila rasa bosan mulai mendera, rehatlah sejenak. Jangan memaksakan diri. 

Hal-hal diatas menurut pengalaman saya, bila dilakukan secara konsisten ternyata memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Perlahan namun pasti jumlah view, like, komen dan jumlah subscriber mengalami peningkatan. Ini tentu merupakan awal yang baik dan perlu terus ditingkatkan. 

Namun satu hal yang perlu sobat perhatikan mengenai hobi baru nge-youtube ini, jangan terlalu cepat puas. Karena banyak terjadi gara-gara terlalu asyik main video, akibatnya kegiatan lain jadi sedikit terbengkalai. Ini saya alami sendiri, asyik mengutak-atik video akibatnya aktivitas nge-blog jadi sedikit terganggu.

Menekuni dunia youtube seperti sebuah dilema buat saya. Di satu sisi, blog sudah menjadi bagian dari hidup saya, disamping sebagai tempat menyalurkan hobi menulis, sekaligus juga sebagai tempat mencari penghasilan tambahan dengan menjalin kerjasama penulisan artikel pesanan Advertiser. 

Yang menjadi kendala utama dalam menekuni dua bidang yang sama-sama saya sukai ini adalah soal waktu. Ya, keterbatasan waktu selalu menjadi halangan buat saya dalam mengelola keduanya, karena padatnya jam kerja yang harus saya jalani di pekerjaan utama sebagai karyawan Studio Foto. 

Namun setelah melihat perkembangan channel SaungMaman belakangan ini, dilihat dari engagement jumlah view, subscriber dan jam tayang yang terus mengalami peningkatan, saya makin optimistis bahwa kedepan, channel ini akan berkembang bila terus di tangani dengan baik. Ini sudah menjadi komitmen saya untuk terus Berjuang menjadikan Channel SaungMaman bisa mengikuti jejak-jejak para senior blogger yang sudah terlebih dahulu 'bermigrasi' ke dunia youtube. 

Demikian coretan mengenai Dilema Blogger yang Beralih Ke Youtube kali ini, semoga ada manfaat yang bisa diambil dari catatan kecil mang Admin ini. 

Salam. 
Dilema Blogger yang Beralih Ke Youtube

You Might Also Like:

Tidak ada komentar:

Protected by Copyscape