Hati-hati Mengupload KTP, Ini Akibatnya

SaungMaman - Hati-hati Mengupload KTP, Ini Akibatnya

Di era digital seperti sekarang ini, apapun jadi serba mudah. Tapi harap berhati-hati, berbagai kemudahan itu akan jadi bumerang bagi kita bila kita terlena dan kurang waspada dalam memanfaatkan teknologi.

Salah satu contoh nyata adalah pengalaman yang dialami oleh teman kerja saya, sebut saja namanya "Anggrek" yang belum lama ini mengalami kejadian yang sangat tidak mengenakan. 

Peristiwa yang dialami Anggrek adalah ketika tanpa diduga-duga datang pemberitahuan melalui aplikasi WhatsApp (WA) berupa tagihan tunggakan pinjaman online (pinjol). Padahal menurut pengakuan Anggrek, dia sama sekali tidak pernah melakukan pinjaman baik secara online maupun offline.

Pinjaman Online | Image source: Freepik

Setelah ditelusuri, rupanya ada seseorang atau oknum yang entah bagaimana caranya, dia melakukan pinjaman online dengan cara yang tidak semestinya yaitu menggunakan data-data KTP Anggrek.

Yang jadi pertanyaan adalah mengapa pihak pemberi pinjol bisa dengan mudah memberikan pinjaman kepada calon nasabah yang data-datanya tidak valid (bukan data yang sebenarnya). Harusnya 'kan ada proses verifikasi yang memastikan bahwa pemilik KTP adalah benar sesuai data yang di-upload. Salah satu cara verifikasi yang biasa dilakukan adalah dengan foto selfie sambil memegang KTP. 

Dalam kasus ini, karena merasa tidak melakukan seperti apa yang disangkakan oleh pemberi pinjaman, maka Anggrek tidak mau merespon informasi tagihan tersebut. Namun pihak pemberi pinjaman terus saja mengirim tagihan karena menurut mereka pinjaman tersebut benar dilakukan oleh Anggrek.

Belakangan malah beredar informasi yang cukup membuat Anggrek kesal. Bagaimana tidak, semua nomor kontak yang ada di handphone Anggrek termasuk admin mendapatkan kiriman informasi berupa pesan melalui WA, yang intinya meminta agar Anggrek segera melunasi pinjaman yang dilakukan secara online yang besarnya senilai Rp 1.000.000. Adapun alasan kami sebagai teman-teman Anggrek dikirimi pesan tagihan menurut versi mereka karena kami di masukan ke dalam emergency contact atau kontak darurat. 

Karena merasa nama baiknya dicemarkan, Anggrek berinisiatif mengklarifikasi informasi tidak benar yang diterimanya dengan cara mengirim pesan berantai kepada seluruh teman-teman yang nomor kontaknya ada di HP.

Intinya menginformasikan bahwa tidak benar kalau Anggrek  telah melakukan pinjaman online dan menunggak pembayaran. Anggrek berpesan, apabila teman-teman menerima SMS atau WA dari layanan pinjol, diminta untuk mengabaikan pesan tersebut. 

Hingga tulisan ini dibuat, admin belum mendapatkan update terbaru mengenai perkembangan kasus Anggrek. 

Dari kejadian ini, ada pelajaran yang bisa kita ambil agar berhati-hati saat berbagi data yang bersifat pribadi, semisal KTP, KK dan lain-lain, karena bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Demikian informasi yang bisa saya bagikan kali ini, semoga bermanfaat. 



Hati-hati Mengupload KTP, Ini Akibatnya

You Might Also Like:

Protected by Copyscape