Ragam Manfaat dan Jenis Bahan Bakar Ramah Lingkungan

By SaungMaman

Bahan bakar ramah lingkungan adalah bahan bakar yang memiliki dampak lingkungan yang lebih sedikit dibandingkan dengan bahan bakar fosil yang biasa digunakan saat ini. Bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam menghasilkan emisi gas rumah kaca dan polusi udara yang signifikan saat digunakan, dan juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan selama proses pengeboran, pengambilan, dan transportasi.

Ragam Manfaat dan Jenis Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Sifat-sifat Bahan Bakar Ramah Lingkungan


Sifat-sifat bahan bakar ramah lingkungan dapat bervariasi tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan, tetapi secara umum, beberapa sifat yang umumnya terdapat pada bahan bakar ramah lingkungan adalah sebagai berikut:

1. Menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah

Bahan bakar ramah lingkungan umumnya menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Ini dapat membantu mengurangi polusi udara dan mengurangi dampak gas rumah kaca pada lingkungan.

2. Sumber daya yang dapat diperbarui

Bahan bakar ramah lingkungan umumnya terbuat dari sumber daya yang dapat diperbarui atau daur ulang, seperti minyak nabati, biomassa, dan limbah organik.

3. Biodegradable

Beberapa jenis bahan bakar ramah lingkungan dapat diuraikan secara alami oleh lingkungan, sehingga tidak meninggalkan residu yang merugikan lingkungan.

4. Lebih efisien

Bahan bakar ramah lingkungan dapat lebih efisien dalam penggunaannya dibandingkan dengan bahan bakar fosil, sehingga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan biaya.

5. Tidak mengandung zat berbahaya

Beberapa jenis bahan bakar ramah lingkungan tidak mengandung zat berbahaya seperti sulfur dan logam berat, sehingga tidak merusak lingkungan dan kesehatan manusia.

Sifat-sifat di atas tidak selalu dimiliki oleh semua jenis bahan bakar ramah lingkungan, dan tergantung pada jenis dan cara penggunaannya. Namun, secara umum, bahan bakar ramah lingkungan memiliki sifat-sifat yang lebih baik untuk lingkungan dan kesehatan manusia dibandingkan dengan bahan bakar fosil. 

Jenis-jenis Bahan Bakar Ramah Lingkungan


Beberapa contoh bahan bakar ramah lingkungan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan adalah:

1. Bahan bakar biodiesel

Bahan bakar yang terbuat dari bahan organik seperti minyak nabati, lemak hewan, dan minyak goreng bekas.

2. Bahan bakar hidrogen

Bahan bakar yang tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca saat digunakan, namun produksinya membutuhkan sumber energi yang bersih.

3. Biogas

Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses dekomposisi bahan organik oleh bakteri yang terdapat dalam lingkungan anaerobik (tanpa oksigen). Biogas terdiri dari sejumlah besar gas, di antaranya metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2), serta beberapa gas lainnya seperti nitrogen, hidrogen sulfida, dan uap air.

Biogas biasanya dihasilkan dari limbah organik seperti limbah pertanian, limbah makanan, kotoran ternak, dan limbah kota, serta dari sumber daya alam seperti kotoran laut dan rawa. Proses produksi biogas melibatkan pengumpulan dan pemrosesan bahan organik di dalam digester anaerobik, yang kemudian menghasilkan biogas sebagai hasil sampingan.

Biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan karena produksinya memanfaatkan bahan organik yang seharusnya dibuang, sehingga dapat mengurangi limbah dan emisi gas rumah kaca. Biogas dapat digunakan untuk memasak, menghasilkan listrik, dan menggerakkan kendaraan. Di beberapa negara, seperti India dan China, biogas digunakan secara luas sebagai sumber energi alternatif untuk memasok energi bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil atau yang tidak memiliki akses ke listrik dan bahan bakar fosil lainnya.

4. Synthetic gasoline

Synthetic gasoline (bensin sintetis) adalah bahan bakar cair yang diproduksi melalui proses sintesis dari bahan-bahan organik seperti gas alam, batu bara, minyak bumi, atau biomassa. Bahan baku tersebut diproses melalui beberapa tahap termokimia, yaitu pemisahan dan pembentukan senyawa kimia baru yang menjadi bahan dasar untuk pembuatan bensin sintetis.

Proses pembuatan synthetic gasoline dapat menggunakan teknologi seperti Fischer-Tropsch dan metanol to gasoline (MTG). Fischer-Tropsch memanfaatkan gas sintetis yang dihasilkan dari gasifikasi batu bara atau gas alam, sedangkan MTG menggunakan gas sintetis yang dihasilkan dari biomassa atau gas alam.

Synthetic gasoline memiliki sifat-sifat yang serupa dengan bensin yang dihasilkan dari minyak bumi, namun memiliki

5. Bahan bakar bioetanol

Bahan bakar bioetanol adalah jenis bahan bakar yang terbuat dari bahan organik seperti jagung, tebu, dan tanaman lainnya.

Semua bahan bakar di atas memiliki kelebihan dan kekurangan, dan pilihan bahan bakar yang tepat tergantung pada faktor seperti biaya, ketersediaan, dan kemampuan untuk mengurangi dampak lingkungan.

Komitmen Eiger untuk selalu Mendukung Kepedulian terhadap Lingkungan


Dalam melakukan proses produksi, seperti pembuatan aksesoris riding, Eiger selalu berkomitmen untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan alam sekitarnya. Salah satu bentuk kepedulian tersebut misalnya selalu menggunakan bahan baku yang aman dan tidak merusak lingkungan. 

Kepedulian Eiger terhadap lingkungan sudah sering dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu seperti Gerakan Tanam Indonesia dan Adopsi Pohon yang dilakukan sejak 2012. Lalu pada tahun 2021 sedikitnya telah terdapat 3.5% pemanfaatan bahan baku jenis terbarukan untuk produk apparel EIGER. 

Demikian informasi yang bisa SaungMaman bagikan kali ini, semoga bermanfaat. 

Ragam Manfaat dan Jenis Bahan Bakar Ramah Lingkungan

You Might Also Like:

Tidak ada komentar: